Mari Belajar dan Terus Belajar, Membenahi Diri
65 hari 16 jam 10 menit 45 detik
Menuju Awal Puasa Ramadhan 2027

8 Februari 2027

Tampilkan postingan dengan label NASIHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIHAT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

3 RITUAL PENDORONG REJEKI LANCAR

3 RITUAL PENDORONG REJEKI LANCAR

1️⃣ Setelah Shalat Ashar atau Maghrib
Bacalah doa Nabi Musa AS:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ۝ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
Rabbi Syrah Li Shadri Wa Yassir Li Amri
📿 Dibaca 100 kali


2️⃣ Setelah Shalat Zuhur
Bacalah:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ
Laa Ilaaha Illallaahul Malikul Haqqul Mubin
📿 Dibaca 100 kali


3️⃣ Setelah Shalat Subuh
Bacalah:
يَا فَتَّاحُ يَا رَزَّاقُ يَا كَافِي يَا مُغْنِي
Ya Fattah, Ya Razzaq, Ya Kafi, Ya Mughni
📿 Dibaca 100 kali


🤲 Semoga Allah memberikan rezeki yang halal, berkah, dan dilancarkan segala urusan kita. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Semoga bermanfaat dan bisa Istiqomah mengamalkan ilmu nya dalam kehidupan sehari-hari aamiin ya rabbal a'lamiin Qabul hajat pian sanak saudara dan berkah selalu usaha nya 🤲🤲🤲


اللهم صلي وسلم وبارك على سيدنا محمد ❤️ وعلى ال سيدنا محمد ❤️
اللهم صلي وسلم وبارك على سيدنا محمد ❤️ وعلى ال سيدنا محمد ❤️
اللهم صلي وسلم وبارك على سيدنا محمد ❤️ وعلى ال سيدنا محمد ❤️

POSISI TIDUR SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH SAW.


 Awas 4 Macam Posisi Tidur ..!!!

➡️(1) Tidur telentang, yaitu tidurnya Para Nabi, karena mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi.
➡️(2) Tidur miring lambung sebelah kanan, yaitu tidurnya para ulama & ahli ibadah.
➡️(3) Tidur miring lambung sebelah kiri, - yaitu tidurnya para raja agar makanan--nya mudah dicerna.
➡️(4) Tidur tengkurap, yaitu tidurnya setan, Ini posisi tidur yang perlu dihindari.

Kitab Ihya' Ulumiddin, Juz 2 hal. 22-23

Semoga bermanfaat dan bisa Istiqomah mengamalkan ilmu nya dalam kehidupan sehari-hari aamiin ya rabbal a'lamiin Qabul hajat pian sanak saudara dan berkah selalu usaha nya 🤲🤲🤲

اللهم صلي وسلم وبارك على سيدنا محمد ❤️ وعلى ال سيدنا محمد ❤️
اللهم صلي وسلم وبارك على سيدنا محمد ❤️ وعلى ال سيدنا محمد ❤️
اللهم صلي وسلم وبارك على سيدنا محمد ❤️ وعلى ال سيدنا محمد ❤️

#carabaikuntuktidur
#tidurnyaparanabidanulama
#caratidurRasulullah
#SelfReminder

Jumat, 05 Juni 2026

OVERTHINKING TERHADAP PERKARA DUNIA YANG TERCELA

 

OVERTHINKING TERHADAP PERKARA DUNIA YANG TERCELA

Sebagai seorang wanita, saya sering meresahkan kejadian yang telah terjadi dan mengkhawatirkan kejadian yang belum terjadi. Apakah Anda sering menghadapi hal yang sama?

Riset telah menunjukkan bahwa wanita memang yang paling sering overthinking daripada laki-laki. Terlalu memikirkan hal-hal yang detail dan menuntut kesempurnaan. Berujung dengan merasa takut, cemas, tidak percaya diri untuk menghadapi sesuatu yang belum tentu terjadi kedepannya.

Jika yang kita pikirkan adalah masalah yang berkenaan dengan akhirat maka ini terpuji, karena semakin kita takut akan kerugian dan kegagalan di akhirat, kita akan semakin rajin dan semangat dalam beribadah.

Oleh karena itu dikatakan, barang siapa yang takut kepada sesuatu maka ia akan menjauh darinya. Dan barang siapa yang takut kepada Allah, maka ia akan mendekatiNya. Bahkan kita dianjurkan untuk selalu menginstropeksi diri kita. Memperhatikan amalan diri, jika berupa kejelekan maka harus ditinggalkan dan apabila amal kebaikan maka harus terus dipertahankan (A’malul Qulub, hal. 362)

Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu berkata,
‎حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (kelak pada hari kiamat).”
Adapun overthinking terhadap perkara dunia, yaitu dalam bentuk mencemaskannya, memanjangkan angan-angan terhadapnya, maka ini tercela.

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan,
‎لا يطولنّ عليكم الأمد ولا يلهينّكم الأمل فإنّ كلّ ما هو آت قريب، ألا وإنّ البعيد ما ليس آتيا
“Janganlah kalian panjang angan-angan, dan jangan sampai kalian terlena oleh panjang angan-angan. Sesungguhnya semua yang sedang terjadi itu yang dekat. Dan sesuatu yang jauh adalah yang belum datang” (HR. Ibnu Majah no. 3 secara marfu‘, namun yang shahih adalah mauquf dari Ibnu Mas’ud. Disebutkan Ibnul Qayyim dalam al-Fawaid, hal. 200)

Betapa banyak perkara yang takkan melukaimu, namun hatimu begitu takut dan gundah karenanya. (Al-Ashma’iyyaat 184). Jangan sampai overthink ini mempengaruhi kehidupan kita, berpikiran negatif dan menghalangi kemajuan.

Al-Quran mengingatkan kita untuk senantiasa menyerahkan semua urusan kita kepada Allah, menggantungkan harapan kita hanya kepada Allah.
‎وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya.” (QS. Ghafir: 44)

Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan, “Allah Maha Bijaksana di antara yang bijaksana, Maha Pengasih di antara para pengasih, dan Maha Mengetahui di antara yang mengetahui. Dia lebih sayang kepada hamba-hambaNya daripada mereka, ayah atau ibu mereka terhadap diri mereka sendiri. Apabila Allah menimpakan sesuatu yang tidak disukai kepada mereka, berarti pada dasarnya itulah yang terbaik bagi mereka. Hal itu dilakukanNya karena mempertimbangkan manfaat bagi mereka, di samping sebagai bentuk kebaikan dan kelembutan dariNya untuk mereka. Seandainya hamba-hambaNya diberikan kebebasan untuk memilih sendiri jalan hidupnya, niscaya mereka tidak akan sanggup mewujudkan kemaslahatan bagi diri mereka sendiri, baik kebaikan dalam hal pengetahuan, kehendak, maupun perbuatan.” (Fawaidul-Fawaid, Pustaka Imam Syafi’i halaman 247)

“Keimanan kepada Allah subhanahu wa ta’ala termasuk faktor utama untuk membangkitkan mentalitas dan sebab pertama untuk meraih kemuliaan nya. Hal itu disebabkan keimanan kepadaNya akan membangkitkan keberanian dan menyerukan keteguhan, juga kesungguhan dan ketekunan. Selain itu, keimanan kepada Allah merupakan sebab pertama untuk mempermudah segala persoalan serta mendatangkan berbagai keberkahan pada amal dan umur”. (Naqdhul-Mantiq karya Ibnu Taimiyyah (halaman 😎, dan Hidayatul-Hayara fi Ajwibatil-Yahud wan-Nashara karya Ibnul Qayyim (halaman 234-248).
Maka hapuslah perasaan gundah dan gulana di hati kita, utamakan pemikiran positif dan baik sangka kepada Allah.

Lakukanlah hal-hal yang bermanfaat yang bisa kita lakukan, isi waktu kita dengannya dan selalu tawakkal kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‎احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu katakan: ‘Seandainya aku berbuat demikian, pastilah akan demikian dan demikian’ Akan tetapi katakanlah: ‘Qaddarallah wa maa syaa fa’ala (Allah telah mentakdirkan hal ini dan apa yang dikehendakiNya pasti terjadi)’. Sesungguhnya perkataan ‘Seandainya’ membuka pintu perbuatan setan.” (HR. Ahmad 9026, Muslim 6945, dan yang lainnya)

Diantara doa yang dapat kita baca untuk mengusir kegalauan adalah yang terdapat di dalam hadits dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba tertimpa suatu kegalauan dan kesedihan kemudian dia berdoa,
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ،أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ
‘Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak hamba (laki-laki)-Mu, anak hamba (perempuan)-Mu, ubun-ubunku di tangan-Mu, telah lewat bagiku hukum-Mu, keadilan takdir-Mu bagiku. Aku meminta kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan diri-Mu sendiri, atau Engkau ajarkan kepada seorang dari hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelapang kesedihanku, dan penghilang kegalauanku.’

Kecuali Allah ‘azza wa jalla akan mengangkat kegalauannya dan Allah akan mengganti kesedihannya dengan kegembiraan. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah sebaiknya kami mempelajari rangkaian kalimat (doa) tersebut?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tentu. Hendaklah muslim yang mendengar (doa dalam hadis ini) untuk mempelajarinya.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad 1: 391 dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah no. 198)
Maka cukuplah bagi kita untuk memikirkan perkara dunia sewajarnya, karena bagaimanapun kehadiran kita di sini hanya bagaikan pengembara, yang harusnya sibuk mempersiapkan berbagai bekal untuk kembali ke tujuan asal.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir.” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6416)

Senin, 13 April 2026

SYAFA'AT NYATA AL QUR'AN

Syafaat nyata Al-Qur'an adalah pertolongan fisik dan spiritual dari bacaan Al-Qur'an bagi pembacanya (sahabatnya) di hari kiamat dan alam kubur. Al-Qur'an datang sebagai pembela, pelindung dari siksa neraka, pemberi mahkota kemuliaan, serta penentu derajat tertinggi di surga bagi mereka yang gemar membaca, mentadabburi, dan mengamalkannya.

Berikut adalah bentuk nyata syafaat Al-Qur'an berdasarkan hadis:

Pembela di Alam Kubur: Al-Qur'an akan menjadi pelindung dari siksa kubur. Jika azab datang dari arah kepala, tangan, atau kaki, Al-Qur'an akan menghalanginya.

Pemberi Syafaat di Hari Kiamat: Al-Qur'an datang dalam bentuk nyata untuk memohon kepada Allah agar memberikan pertolongan kepada orang yang rajin membacanya.

Mencegah Jatuh ke Neraka: Berbeda dengan syafaat lain yang mengangkat orang dari neraka, syafaat Al-Qur'an mencegah pembacanya jatuh ke dalamnya.

Peningkat Derajat di Surga: Penghafal dan pembaca Al-Qur'an akan diminta membaca di surga, dan kedudukannya ditentukan oleh ayat terakhir yang dibacanya.

Mahkota untuk Orang Tua: Pembaca Al-Qur'an akan membuat orang tuanya dipakaikan mahkota cahaya yang lebih terang dari matahari di akhirat.

Cara Mendapatkan Syafaat Al-Qur'an:

Istiqomah Membaca: Memperbanyak membaca Al-Qur'an (tilawah) setiap hari.

Mempelajari & Mengamalkan: Tidak hanya membaca, tetapi memahami dan mengamalkan pedoman isinya.

Membaca Surat Tertentu: Rutin membaca surat-surat khusus seperti Al-Baqarah, Ali 'Imran, dan Al-Mulk.

Syafaat ini diperuntukkan bagi mereka yang berinteraksi aktif dengan Al-Qur'an, bukan sekadar menjadikannya hiasan.

 

Kamis, 09 April 2026

KISAH LELAKI YANG MEMINTA IZIN BERZINA


Kisah Lelaki yang Meminta Izin Berzina - Beginilah Jawaban Rasulullah ﷺ

Di suatu hari yang tenang di Madinah…

para sahabat duduk mengelilingi Nabi Muhammad ﷺ di dalam masjid.

Mereka belajar tentang iman, akhlak, dan kehidupan.

Tiba-tiba…

datang seorang pemuda dengan langkah cepat.

Wajahnya gelisah.
Hatinya dipenuhi pergolakan.

Ia tidak datang membawa pertanyaan biasa.

_________________________________________

•> Permintaan yang Mengejutkan

Pemuda itu berkata dengan jujur:

> “Wahai Rasulullah… izinkan aku berzina.”

Masjid seketika hening.

Para sahabat terkejut.

Sebagian hampir menegurnya keras.

Bagaimana mungkin seseorang meminta izin melakukan dosa besar di hadapan Rasulullah ﷺ?

Namun…

Rasulullah ﷺ tidak marah.

Tidak membentak.

Tidak mengusirnya.

Beliau justru berkata dengan lembut:

> “Mendekatlah.”

Pemuda itu pun duduk di dekat beliau.
_________________________________________

•> Metode Dakwah yang Menyentuh Hati

Rasulullah ﷺ tidak langsung mengatakan haram.

Beliau menyentuh hati pemuda itu dengan pertanyaan.

Beliau bertanya:

> “Apakah engkau rela jika itu dilakukan kepada ibumu?”

Pemuda itu segera menjawab:

> “Tidak, demi Allah!”

Rasulullah ﷺ bersabda:

> “Begitu pula manusia tidak rela hal itu terjadi pada ibu mereka.”

Lalu beliau bertanya lagi:

“Apakah engkau rela untuk putrimu?”

“Apakah engkau rela untuk saudara perempuanmu?”

“Apakah engkau rela untuk bibimu?”

Setiap kali…

pemuda itu menjawab:

> “Tidak, wahai Rasulullah.”

Dan setiap jawaban membuat hatinya mulai berubah.

Ia mulai memahami:

• zina bukan sekadar keinginan pribadi.
• zina merusak kehormatan manusia lain.
_________________________________________

•> Doa Rasulullah ﷺ

Setelah hati pemuda itu luluh…

Rasulullah ﷺ meletakkan tangan beliau di dada pemuda tersebut.

Lalu beliau berdoa:

> “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikan hatinya, dan jagalah kemaluannya.”
(HR. Ahmad)

Sejak saat itu…

para sahabat meriwayatkan:

> pemuda tersebut tidak pernah lagi tertarik kepada zina.

Bukan karena ancaman.

Bukan karena hukuman.

Tetapi karena hatinya telah disembuhkan.
_________________________________________

•> Pelajaran Besar dari Kisah Ini

1️⃣ Islam Menyembuhkan, Bukan Sekadar Menghakimi

Rasulullah ﷺ melihat masalah hati, bukan hanya perilaku.

Kadang manusia berdosa bukan karena membenci Allah…

tetapi karena lemah menghadapi hawa nafsu.

---

2️⃣ Dakwah dengan Empati Lebih Kuat dari Kemarahan

Jika Rasulullah ﷺ marah saat itu…

mungkin pemuda itu akan pergi.

Namun kelembutan mengubah hidupnya selamanya.

---

3️⃣ Doa Bisa Mengalahkan Nafsu

Masalah terbesar manusia bukan kurang tahu hukum…

tetapi kurang kuat hatinya.

Dan hati dikuatkan dengan doa.
_________________________________________

•> Renungan untuk Kita

Banyak manusia hari ini berperang melawan dosa:

• godaan zina,

• pandangan haram,

• syahwat zaman digital,

• fitnah akhir zaman.

Kisah ini mengajarkan:

> jangan putus asa.
> jangan merasa terlalu kotor untuk kembali.

Karena Rasulullah ﷺ tidak menolak pendosa yang datang meminta pertolongan.

Yang ditolak hanyalah orang yang tidak mau kembali kepada Allah.

---

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.