KISAH
LENGKAP SEJARAH PERINTAH MENGHADAP KIBLAT
kisah lengkap sejarah perintah menghadap kiblat, mulai dari masa di Yerusalem hingga perpindahannya ke Kota Makkah.
1. Masa Awal: Menghadap Baitul Maqdis
Setelah memeluk Islam, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat mendirikan sholat dengan menghadap ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) di Yerusalem. Hal ini berlangsung selama masa dakwah di Makkah hingga setelah hijrah ke Madinah.
Total waktu umat Islam menghadap ke Baitul Maqdis adalah sekitar 16 hingga 17 bulan.Baitul Maqdis dipilih pada masa awal sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat suci para nabi terdahulu sekaligus pembeda dari kaum musyrik Makkah yang saat itu menyembah berhala di sekitar Ka'bah.
2. Kerinduan Nabi Muhammad SAW.
Selama tinggal di Madinah, Nabi Muhammad SAW sering memandang ke langit dengan penuh harapan. Beliau sangat merindukan agar kiblat sholat dipindahkan ke Ka'bah di Makkah.
Bagi Nabi Muhammad SAW, Ka'bah memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang sangat dalam:
• Ka'bah adalah rumah ibadah pertama yang dibangun di bumi untuk menyembah Allah SWT.
• Ka'bah merupakan warisan suci dari kakek moyang beliau, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
• Ka'bah menjadi simbol murninya ajaran tauhid sebelum dikotori oleh berhala-berhala kaum Quraisy.
1. Masa Awal: Menghadap Baitul Maqdis
Setelah memeluk Islam, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat mendirikan sholat dengan menghadap ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) di Yerusalem. Hal ini berlangsung selama masa dakwah di Makkah hingga setelah hijrah ke Madinah.
Total waktu umat Islam menghadap ke Baitul Maqdis adalah sekitar 16 hingga 17 bulan.Baitul Maqdis dipilih pada masa awal sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat suci para nabi terdahulu sekaligus pembeda dari kaum musyrik Makkah yang saat itu menyembah berhala di sekitar Ka'bah.
2. Kerinduan Nabi Muhammad SAW.
Selama tinggal di Madinah, Nabi Muhammad SAW sering memandang ke langit dengan penuh harapan. Beliau sangat merindukan agar kiblat sholat dipindahkan ke Ka'bah di Makkah.
Bagi Nabi Muhammad SAW, Ka'bah memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang sangat dalam:
• Ka'bah adalah rumah ibadah pertama yang dibangun di bumi untuk menyembah Allah SWT.
• Ka'bah merupakan warisan suci dari kakek moyang beliau, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
• Ka'bah menjadi simbol murninya ajaran tauhid sebelum dikotori oleh berhala-berhala kaum Quraisy.
3. Peristiwa di Masjid Qiblatain
Pada pertengahan bulan Sya'ban, tahun ke-2 Hijriah, jawaban atas doa Nabi Muhammad SAW akhirnya turun. Saat itu, Nabi SAW sedang memimpin sholat berjamaah di masjid milik Bani Salamah.
Sebagian riwayat menyebutkan itu adalah sholat Dzuhur, dan riwayat lain menyebutkan sholat Ashar.
Ketika Nabi SAW baru menyelesaikan dua rakaat, turunlah wahyu dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 144:
"Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram..."
Seketika itu juga, di tengah-tengah sholat, Nabi Muhammad SAW langsung memutar arah badannya 180 derajat menuju arah Ka'bah (selatan). Para sahabat yang menjadi makmum langsung mengikuti gerakan Nabi SAW tanpa membatalkan sholat mereka. Masjid tersebut kemudian dikenal hingga hari ini dengan nama Masjid Qiblatain (Masjid Dua Kiblat).
4. Ujian Keimanan bagi Manusia
Peristiwa perpindahan kiblat ini menjadi momen pembeda antara orang-orang yang beriman tulus dengan orang-orang yang ragu. Allah SWT menegaskan bahwa perubahan ini adalah ujian untuk melihat siapa yang benar-benar patuh kepada Rasulullah SAW.
• Kaum Muslimin: Mereka langsung patuh tanpa ragu, menunjukkan ketaatan mutlak kepada Allah dan Rasul-Nya.
• Kaum Yahudi & Kaum Munafik: Mereka mengejek dan mempertanyakan mengapa umat Islam mengubah kiblat mereka. Mereka menyebarkan keraguan dengan berkata bahwa jika kiblat yang lama benar, maka sholat yang baru salah, dan sebaliknya.
Allah SWT membantah ejekan tersebut melalui Al-Qur'an dengan menegaskan bahwa barat dan timur adalah milik Allah. Menghadap ke mana pun adalah urusan ketaatan, karena Allah ada di mana-mana dan tidak terikat oleh ruang.
Perintah resmi perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis (Yerusalem) ke Masjidil Haram (Makkah) diabadikan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah ayat 144
#SejarahIslam #NabiMuhammad #Kabah #BelajarMuhasabahDiri #SelfReminder

Tidak ada komentar:
Posting Komentar